Harusnya saya senang karena sekarang kamu sudah berubah menjadi yang saya inginkan “BERTANGGUNG JAWAB dan RELIGI”, tapi mengapa semua itu harus berubah saat saya sudah tidak lagi denganmu, saat saya ingin belajar dan bukan kamu yang mengajarkanku, tapi keadaan ini yang mengajarkanku. Pelajaran untuk menggantungkan dan mengandalkan semua masalah, keluh kesahku kepada TUHAN.
Lalu bagaimana dengan saya ???? bisakah saya ikhlas untuk semua ini, bisakah saya sepertimu yang sekarang “BERTANGGUNG JAWAB dan RELIGI” ??. berat memang, sangat berat mengikhlaskan semua ini perlu waktu yang lama untuk sedikit demi sedikit membiasakan diri dengan kebiasaan yang baru dan meninggalkan kebiasaan dan kebersamaan bersamamu.
Kalo boleh mengeluh, saya LELAH dan CAPEK untuk berfikir bagaimana dan apa yang harus saya lakukan, karena rasa ini membuat saya tidak peka kepada diri saya sendiri dan orang diseliling saya.
Ketika kamu BERLUTUT dan
aku BERSUJUD
DALAM DOA YANG SAMA :”)
Dont waste to your time looking back on what you have lost. MOVE ON, for life is not meant to be traveled backwards.
Karena bagiku, hal terberat dalam hidup adalah ketika aku harus berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan diriku sama sekali.
Kadang, kita harus menjual mimpi kecil kita agar orang lain dapat membeli mimpi besarnya. Itulah esensi dari berbagi. Dan hal itu lebih indah dari sekadar sebuah mimpi kecil yang terwujud.
Kalian tahu mengapa aku jatuh cinta pada Yogyakarta? Karena setiap sudutnya selalu menjanjikan berbagai hal yang menyenangkan.